TAHUN BARU 1441 H
(MEMAKNAI HIJRAH)
Rasul
Saw bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ
عَنْهُ
Artinya:
”Orang yang berhijrah itu adalah orang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh
Allah” (HR. al-Bukhârî).
Membaca Hadis
shahih diatas kita menjadi auto faham tentang apa makna hijrah sesungguhnya. Dengan
mudah kita mengerti bahwa orang yang hijrah itu adalah orang yang meninggalkan
apa2 yang dilarang oleh Allah Swt. dalam berbagai aspek kehidupannya dengan
upaya dan cara semaksimal mungkin. mengerahkan
segenap kemampuannya, waktu dan pikirannya untuk meninggalkan segala apa yang
dimurkai Allah Swt.
Dalam hadis
lain Rasul Saw bersabda:
عنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله
عنهما قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -
- يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ
- (( لا هِجْرَةَ بَعْدَ الفَتْحِ , وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ . وَإِذَا اُسْتُنْفِرْتُمْ
فَانْفِرُوا
Dari Abdulloh bin Abbas ra
berkata: RAsul Saw bersabda (pada hari FAthu Makkah) “Tidak ada hijrah setelah
pembebasan Mekkah, tetapi Jihad dan niat. (Muttafaq ‘alaihi)
Berdasarkan
keterangan tersebut, dapat diambil kesimpulan berkaitan dengan memuliakan bulan
Muharram dan memperingati tahun baru Hijrah. Bahwa dalam memuliakan dan memperingati tahun baru
Hijriah harus memperhatikan hikmah atau pelajaran yang berharga dari peristiwa
hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, yang dapat
disebutkan dalam tujuh poin penting berikut ini:
1. Hijrah itu adalah perpindahan dari keadaan
yang kurang mendukung dakwah kepada keadaan yang mendukung.
2. Hijrah itu adalah perjuangan untuk suatu
tujuan yang mulia, karenanya memerlukan kesabaran dan pengorbanan.
3. Hijrah itu adalah ibadah, karenanya
motivasi atau niat adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan.
4. Hijrah
itu harus untuk persatuan dan kesatuan, bukan perpecahan.
5. Hijrah itu adalah jalan untuk mencapai
kemenangan.
6. Hijrah itu mendatangkan rezeki dan rahmat
Allah.
7. Hijrah itu adalah teladan Nabi dan para
sahabat yang mulia, yang seyogianya kita ikuti.
Karenanya,
memperingati TAhun Baru Hijriah tidak cukup hanya dengan pawai obor, kosidah, penampilan
dan lomba seni Islam dsb yang bersifat seremonial belaka. Tapi lebih jauh lagi
adalah bagaimana kita mampu meneladani semangat hijrah yang telah dicontohkan
oleh RAsul Saw ketika menegakkan Agama Islam.
Perintah
hijrah akan tidak pernah terputus selama pintu taubat juga belum terputus.
Yuuk…
semangat…
Hijrahkan
pikiran, mental dan jiwa untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang. Amiin
Yaa Robbal ‘alamin..
Wallahu
a’lam bishowab

Komentar
Posting Komentar