Langsung ke konten utama

MENUNTUT ILMU TANPA GURU


Abu Hayyan al Andalusy berkata:



مَـنْ يَـأخُذِ العِلْمَ عَـنْ شَـيـخٍ مُـشافَـهَـةً يَـكُـنْ مِـنَ الزَّيـغِ و التَّـحْريفِ فِي حَـرَمِ
و مَـنْ يَـكُنْ آخِـذًا لِلْعِلْمِ عَـنْ صُـحُـفٍ فَـعِـلْـمُـهُ عِـنْـدَ أَهْــلِ العِلْـمِ كَالعَــدَمِ

Barang siapa yang mengambil ilmu dari seorang guru dengan cara langsung berhadap2an, niscaya terjagalah dia dari kesesatan dan kekeliruan.
Dan barang siapa yang mengambil ilmu dari buku2 saja, maka pengetahuannya itu disisi para ahli ilmu, seperti tiada saja.

Sebagaimana sayidina Musa as pergi jauh untuk talaqi ilmu kepada alKhidir as. Dan sebagaimana berjalan jauh sayidina Jabir bin Abdullah, perjalanannya 1 bulan untuk menemui Abdullah bin Anis hanya untuk mempelajari satu hadis saja.


أَ مُدَّعِيًا عِلْمًا وَ لَسْتَ بِقَارِئٍ كِتَابًا عَلَى شَيْخٍ بِهِ يَسْهُلُ الْحَزْنُ
أَ تَزْعُمُ أَنَّ الذِّهْنَ يُوْضِحُ مُشْكِلاً بِلَا مُخْبِرٍ تَاللهِ قَدْ كَذَبَ الذِّهْنُ
وَ إِنَّ ابْتِغَاءَ الْعِلْمِ دُوْنَ مُعَلِّمٍ كَمُوْقِدِ مِصْبَاحٍ وَ لَيْسَ لَهُ دٌهْنٌ
Apakah engkau mengaku berilmu namun tidak pernah membaca kitab dihadapan seorang guru yang menguraikan setiap kerumitannya”
“Apakah engkau menyangka bahwa akal saja mampu menjelaskan yang musykil tanpa ada seorang guru, demi Allah sebenarnya akal telah berdusta”
“Dan bagi orang yang mencari ilmu tanpa seorang guru, bagaikan orang yang ingin menyalakan lampu namun tidak memiliki minyak”

Komentar