PERBUATAN TERGANTUNG NIAT
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Abu Daud berkata: Hadis ini adalah NISFUL ISLAM,, karena agama baik itu yang dhohir yaitu perbuatan dan yang batin yaitu niat.
Berkata Imam Ahmad dan Imam Syafii, hadis ini mencakup sepertiga ilmu. Sebab, bahwasanya usaha seorang hamba ada pada hati, lisan dan anggota tubuhnya. Maka niat didalam hati termasuk dari sepertiganya. Oleh sebab itu, para ulama sangat senang memulai kitab2 mereka dengan hadis ini. Imam BUKHORI dalam shahihnya. Imam Nawawi dalam kitab Riyadusholihin, al adzkar dan Arbain. Faidahnya adalah peringatan agar para penuntut ilmu membaguskan niat mengharap ridho Allah dalam menuntut ilmu dan melakukan kebaikan. Berkata Abu Ubaid: "Tidaklah ada pada hadits2 yang lebih banyak dan lebih kaya faedahnya daripada hadis ini.
Niat secara bahasa adalah "alqoshdu" artinya menyengajakan. Dan secara istilah menyengajakan suatu perbuatan yg dibarengi dengan perbuatan tersebut. Imam Baidhowy mengatakan bahwa amal tidak sah tanpa niat. Karena niat tanpa amal diberikan pahala (bila terhalang udzur yg tak bisa dielakkan). Sedangkan amal tanpa niat sia2. Dan perumpamaan niat di dalam amal seperti ruh dalam jasad. Tidak ada jasad tanpa ruh. Dan tidaklah nampak eksistensi ruh di alam ini bila tidak bergantung pada jasad.
Hadis ini membimbing kita untuk menanamkan niat yang ikhlas dalam amal dan ibadah sehingga kita memperoleh balasan dan pahala di akhirat serta taufik dan keberuntungan di dunia.
Niat secara bahasa adalah "alqoshdu" artinya menyengajakan. Dan secara istilah menyengajakan suatu perbuatan yg dibarengi dengan perbuatan tersebut. Imam Baidhowy mengatakan bahwa amal tidak sah tanpa niat. Karena niat tanpa amal diberikan pahala (bila terhalang udzur yg tak bisa dielakkan). Sedangkan amal tanpa niat sia2. Dan perumpamaan niat di dalam amal seperti ruh dalam jasad. Tidak ada jasad tanpa ruh. Dan tidaklah nampak eksistensi ruh di alam ini bila tidak bergantung pada jasad.
Hadis ini membimbing kita untuk menanamkan niat yang ikhlas dalam amal dan ibadah sehingga kita memperoleh balasan dan pahala di akhirat serta taufik dan keberuntungan di dunia.
Wallahu alam.

Komentar
Posting Komentar