RASA MALU
Rasul Saw bersabda:
عَنْ أَبيْ مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِيِّ البَدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: صلى الله عليه وسلّم (إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُولَى إِذا لَم تَستَحْيِ فاصْنَعْ مَا شِئْتَ) رَوَاهُ اْلبُخَارِيّ
Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu ‘anhu dia berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya termasuk perkara yang didapati oleh manusia dari perkataan nubuwwah (kenabian) yang pertama adalah jika engkau tidak malu maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Al Bukhari)
Berdasarkan hadist tersebut, ternyata ajaran tentang pentingnya rasa malu sudah ada sejak Nabi2 terdahulu. berarti sejak Nabi Adam as dong..?
coba kita buktikan..
Surat Thaha Ayat 121
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰ
Terjemah Arti: Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.
Dalam ayat itu, jelaslah bahwa Nabi Adam dan Siti Hawa setelah melakukan pelanggaran dengan memakan buah khuldi. kemudian terlepaslah pakaian syurga sehingga keduanya harus memetik daun syurga untuk menutupi aurat mereka. dengan kata lain, keduanya merasa malu sehingga perlu untuk melakukan itu.
ikhwah fillah...
rasa apakah itu..? kalau bukan rasa malu..!!!
maka itulah, rasa malu itu sudah lama dan sangat tua bersamaan dengan penciptaan nabi Adam.
begitupun manusia selanjutnya, terus ada rasa malu dalam diri mereka. karena itu fitrah dan kodrat penciptaan manusia. terlebih, dalam ajaran Islam, rasa malu itu sangat ditekankan untuk dimiliki. sampai2 rasul Saw bersabda:

Komentar
Posting Komentar